, ,

Mahasiswa Bertemu Istana Suarakan Guru Honorer hingga Isu Demonstrasi

by -249 Views

Pertemuan Perwakilan Mahasiswa dan Istana: Suara Aspirasi dan Ruang Dialog

News Tutuyan– Puluhan perwakilan organisasi mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi ekstra menghadiri undangan pertemuan di Istana Negara. satu per satu mulai berdatangan dengan mengenakan almamater masing-masing, membawa misi menyampaikan aspirasi terkait isu-isu pendidikan, demokrasi, hingga dinamika sosial politik yang belakangan ramai diperbincangkan.

Kehadiran yang Beragam

Sekitar 30 perwakilan mahasiswa hadir dalam forum tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang organisasi, mulai dari Himapolindo, BEM SI Kerakyatan, Fornasossmass, PB HMI, GMNI, GMKI, PMII, SEMMI, KAMMI, hingga Generasi Muda FKPPI. Keragaman tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah membuka ruang untuk mendengar pandangan dari berbagai elemen gerakan  tidak terbatas pada satu aliran atau kelompok tertentu saja.

Dari pihak pemerintah, hadir Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro. Kehadiran mereka menjadi sinyal bahwa Istana menaruh perhatian serius terhadap isu-isu yang berkembang di kalangan.

Aspirasi Mahasiswa: Dari Guru Honorer hingga Aksi Demonstrasi

Sebelum pertemuan berlangsung, salah satu perwakilan dari Badan Eksekutif  Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Se-Nusantara, Muhammad Raihan, menyampaikan bahwa mahasiswa membawa sejumlah isu strategis.

“Pertama tentang guru, khususnya kesejahteraan guru honorer. Karena kami bergerak di ranah pendidikan, hal ini menjadi prioritas. Kedua, terkait dengan aksi demonstrasi yang belakangan terjadi,” ujar Raihan.

Mahasiswa juga menyinggung soal rekan-rekan mereka yang sempat diamankan dalam aksi unjuk rasa sebelumnya. Mereka mendesak agar pihak berwenang memberikan kebebasan bagi  yang ditahan, dengan alasan bahwa demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan berekspresi.

Sambutan Pemerintah: Peran Strategis Mahasiswa

Pertemuan resmi dibuka oleh Mendikti Brian Yuliarto. Dalam sambutannya, Brian menyampaikan apresiasi atas kesediaan para pimpinan organisasi mahasiswa untuk hadir dan berdialog dengan pemerintah.

Ini Poin-poin Pertemuan Perwakilan Mahasiswa dan Istana – DW – 05.09.2025

Baca Juga: BWS Sulut Mangkir Panggilan Kejari Dugaan Korupsi Miliaran Menguat

“Pertama-tama kami sampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran saudara-saudara sekalian malam ini. Kita ingin membangun perspektif yang sama tentang bangsa kita. Di tengah berbagai keramaian yang terjadi, kita tetap menginginkan bangsa ini semakin maju dan sejahtera, hingga sejajar dengan negara-negara lain,” ungkap Brian.

Ia menegaskan bahwa memegang peran vital dalam mengawal arah bangsa. Gerakan mahasiswa diharapkan tetap sinergi dengan upaya pembangunan nasional.

“Tokoh-tokoh mahasiswa seperti kalian lah yang ditunggu oleh rekan-rekan lainnya. Bagaimana pandangan, bagaimana arah ke depan gerakan mahasiswa, itulah yang akan menentukan arah kebersamaan kita dalam membangun bangsa,” tambahnya.

Dialog sebagai Ruang Pertemuan

Pertemuan semalam menunjukkan bahwa pemerintah berupaya merangkul gerakan  bukan semata menghadapi mereka di jalanan lewat aksi demonstrasi. Dialog yang dibuka ini diharapkan bisa menjadi titik temu antara aspirasi mahasiswa dan kebijakan pemerintah, khususnya dalam isu-isu pendidikan, kesejahteraan sosial, serta demokrasi.

kesempatan untuk menyuarakan langsung pendapat mereka di Istana merupakan momentum penting. Sementara bagi pemerintah, ini menjadi kesempatan untuk mendengar langsung denyut aspirasi generasi muda yang akan menjadi motor bangsa ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.