, ,

Program “Light Up The Dream” Hadirkan Cahaya Harapan bagi Warga Boltim

by -437 Views

News Tutuyan– Haru dan kebahagiaan menyelimuti warga Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), ketika mimpi lama akhirnya menjadi nyata. Tepat di momen perayaan HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Utara, PLN bersama Pemerintah Kabupaten Boltim menghadirkan cahaya harapan bagi masyarakat kurang mampu melalui program “Light Up The Dream”.

Bupati Boltim, Oskar Manoppo, hadir langsung dalam acara penyalaan listrik gratis itu. Baginya, momen ini bukan sekadar soal aliran listrik yang masuk ke rumah warga, melainkan tentang menyulut harapan dan membuka masa depan baru.

“Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi tentang membuka jalan menuju kesejahteraan, pendidikan, dan masa depan yang lebih baik. Saya berharap program seperti ini terus berlanjut agar tidak ada lagi warga Boltim yang hidup dalam kegelapan,” tegas Oskar dengan penuh rasa syukur.

Cahaya Harapan dari PLN untuk Rakyat

Cahaya Harapan Menyala di Boltim! Bupati Oskar Manoppo Hadiri Penyalaan Listrik Gratis “Light Up The Dream” | BERITA PEMDA

Baca Juga: iPhone 17 Pro Max Punya Varian 2TB Berapa Harga di Indonesia?

Program Light Up The Dream merupakan inisiatif sosial PLN yang unik. Bukan berasal dari dana perusahaan, melainkan hasil kepedulian tulus para pegawai PLN yang rela menyisihkan sebagian gajinya untuk membantu masyarakat yang belum menikmati listrik.

Manager UP3 Kotamobagu, Hengky Purbolesmono, menjelaskan bahwa langkah ini menjadi agenda rutin PLN setiap tahun.

Secara keseluruhan, program ini menjangkau 61 rumah tangga penerima manfaat se-Sulawesi Utara. Khusus di wilayah PLN ULP Modayag, tercatat 20 rumah tangga terbantu: 18 rumah di Boltim dan 2 rumah di Minahasa Selatan.

Turut mendampingi Bupati dalam momen bersejarah itu, Sekretaris Daerah M. Iksan Pangalima, Asisten III Hardiman Pasambuna, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rusli Dajo. Kehadiran para pejabat daerah menjadi simbol sinergi kuat antara pemerintah dan PLN dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Listrik: Simbol Keadilan Sosial

Bagi Oskar Manoppo, akses listrik bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar rakyat. Listrik membuka akses informasi, meningkatkan produktivitas ekonomi, memberi peluang pendidikan lebih baik, hingga memperbaiki kualitas hidup keluarga.

Oskar menegaskan bahwa kehadiran listrik dapat menjadi pintu masuk menuju pemerataan pembangunan di pelosok desa.
“Kalau rakyat sudah punya listrik, berarti mereka sudah punya kesempatan yang sama untuk berkembang,” katanya penuh makna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.